Bawang Merah Bawang Putih

(2 ulasan pelanggan)

Rp130.000

Bawang Merah dan Bawang Putih adalah anak kembar yang tidak identik. Mereka tidak hanya memiliki rupa yang sangat berbeda, tetapi karakter mereka pun bertolak belakang. Namun, mereka tetap saling menghargai dan menyayangi. Bersama, mereka memiliki sebuah misi istimewa. Misi apa itu? Apakah mereka berhasil melaksanakan misinya itu?

Kisah persaudaraan yang mengesankan tentang saling menyayangi, menerima perbedaan, dan memberi kejutan istimewa. Untuk pembaca cilik yang manis mulai usia 4 tahun ke atas.

Deskripsi

Publishing : BIG
Hardcover  |26 pages | 250 x 260 mm | ISBN: 978-623-9635-96-1
Penulis : Harini Riana
llustrator: Pristian Wulanita

Informasi Tambahan

Berat 0.5 kg

  1. Christantiowati

    Dalam versi asli cerita rakyat, tak jarang digambarkan ibu –kandung maupun tiri– yang pilih kasih pada anak-anaknya. Seiring dengan itu si anak emas akan berlaku tak patut pada si anak loyang. Mengapa harus demikian? Tidakkah lebih indah jika ada kasih sayang dalam keluarga menghadapi hidup yang tak mudah sekalipun?

    Inilah yang kita temui dalam tutur ulang Bawang Merah Bawang Putih. Sifat keduanya sah saja bertolak belakang, tetapi bukankah perbedaan itu justru saling melengkapi?
    Kisah ini ditarik ke masa kita hidup sekarang, tentang keluarga kecil dengan ibu tunggal yang mesti mencari nafkah untuk dua putri kembar tak identik baik secara fisik maupun watak. Si kalem dan si lincah meriah. Mereka punya proyek rahasia untuk ibu. Dunia kanak-kanak mereka semarak dengan bermain dan belajar keterampilan hidup dasar selain akademik secara home schooling. Rumah kecil bisa menampung kebahagiaan sebanyak rumah besar. Kebahagiaan itu diupayakan. Kisah menyentuh dengan ilustrasi menawan 🙂

  2. Sri Purnamasari

    Siapa yang tidak kenal cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih? Bahkan di luar negri, tema cerita ini juga diceritakan dalam cerita Cinderella. Cerita yang menampilkan karakter jahat Ibu Tiri dan Saudara Tiri. Cerita rakyat ini berhasil membuat pandangan yang kurang tepat di masyarakat bahwa Ibu Tiri dan Saudara Tiri selalu jahat.

    Namun, hal itu tidak ditemukan pada buku Bawang Merah dan Bawang Putih karya Harini Riana ini. Harini Riana membuat karakter Bawang Merah dan Bawang Putih bersaudara dengan sangat baik bahkan sangat kompak. Walau karakter mereka berbeda, tetapi perbedaan itu tidak membuat mereka berselisih dan mengalami perbedaan perlakuan dari orang tua mereka.

    Selain mengangkat tema persaudaraan, Harini Riana mencoba memperkenalkan permainan tradisional dan makanan tradisional bernama Cenil kepada anak-anak.

    Dengan buku ini, selain kita mendapat cerita bahwa persaudaraan itu dapat mengasyikan, anak juga bisa mencoba bermain permainan tradisional dan berkreasi di dapur bersama orang tua mereka membuat Cenil.

    Selamat mencoba resep Cenil ala Harini Riana.

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.