Beruang Jatuh Cinta

(4 ulasan pelanggan)

Rp150.000

Beruang sedang jatuh cinta pada Tupai. Ada rasa menggelitik di perutnya setiap kali memikirkan Tupai. Namun dia pemalu. Dia hanya berani meletakkan hadiah di depan pintu rumah Tupai. Apakah Tupai tahu dari siapa hadiah itu?
Apakah Tupai juga jatuh cinta pada Beruang?

Deskripsi

Cerita menarik tentang jatuh cinta dan rasa malu untuk mengungkapkannya.
Untuk para pencuri hati umur 4 tahun ke atas.

Informasi Tambahan

Berat 0.5 kg

  1. Yosie Amalia

    Our emotions need to be as educated as our intellect. It is important to know how to feel, how to respond and how to let life in so that it can touch you. – Anonymous–
    Pada kenyataannya, mengenalkan emosi diri kepada anak terkadang tidaklah mudah. Emosi adalah sesuatu yang abstrak dan sangat pribadi. Anak-anak perlu mengenali emosi agar mereka dapat mengelola dan mengekspresikan dengan tepat, mampu menyelesaikan masalah dengan baik, memiliki kepercayaan diri, memiliki empati dan manfaat baik lainnya.
    Diperlukan media yang tepat untuk dapat menggali emosi sehingga anak dapat mengenali emosi dirinya. Media efektif yang bisa digunakan adalah melalui buku cerita bergambar seperti buku Beruang Jatuh Cinta.🌷

  2. Setiyani puji astutik

    Jatuh cinta ❤❤❤
    Setiap orang pasti pernah merasakannya, perasaan menggelitik yang sulit diungkapkan.

    Buku ini menceritakan tentang Beruang yang jatuh cinta pada Tupai. Beruang jatuh cinta pada Tupai, apa mungkin? Apakah Tupai juga jatuh cinta pada Beruang?
    Setiap hari Beruang memikirkan Tupai dan memberikan berbagai macam hadiah secara diam-diam,Beruang malu 🤭🤭 Tetapi pada akhirnya Beruang pun mendapat kejutan istimewa dari Tupai.. sebuah pelukan hangat! 😍😍😍

    Sebuah buku yang dikemas dengan ilustrasi yang menggemaskan dan memberikan pesan tersirat bahwa kita tidak perlu malu untuk mengungkapkan perasaan cinta kepada siapapun. Cinta kita kepada anak, pasangan,orang tua, dan teman. Katakan dan bertanggung jawablah dengan perasaanmu dan orang yang kamu cintai.

    Love this book 😍😍😍

  3. Kusuma Andrianingrum

    Sam Loman membuat cerita tentang jatuh cinta dan rasa malu untuk mengungkapkannya dalam buku ini.

    Siapa yang pernah merasakan jatuh cinta?itu pertanyaan saya kepada dua anak gadis kami yang masih kecil ketika mulai membacakan buku ini. Mereka serta merta menjawab “memangnya apa jatuh cinta itu?”

    Nah, mari kita belajar dari sang Beruang. Bagaimana dia merasakan ada sensasi menggelitik di perutnya dan dia hanya memikirkan si Tupai sepanjang waktu saat merasa jatuh cinta. Dia ingin memberikan hadiah untuk si Tupai sebagai ungkapan cintanya. Tapi kemudian dia ragu, dia takut “Bagaimana jika ternyata Tupai tidak menyukainya?”

    Ilustrasi dalam buku ini sangat cute. Kami sangat menyukai detail dekorasi yang ada di rumah Beruang. Perabotannya bagus dan rumahnya nampak nyaman dan hangat untuk dihuni. Hal ini mungkin untuk mewakili sifat sang Beruang yang hangat dan penuh kasih. Alur ceritanya juga mengalir dan memberikan kesan khas Sam Loman, ceria, hangat dan penuh kasih.

    Buku ini cukup bisa digunakan untuk mengenalkan bahasa kasih untuk sesama. Mengajarkan anak-anak untuk berani mengungkapkan perasaan (meskipun dalam hati sebagai orang tua agak deg-degan juga kalau tahu anaknya yang masih kecil tiba-tiba merasa jatuh cinta) Tapi mungkin orang tua saat membacakan buku ini bisa sambil memberikan wawasan/arahan kepada anak bahwa jatuh cinta pada lawan jenis itu wajar dan ada masanya. Sampai masa itu tiba, mereka harus bisa mengolah rasa tersebut dan mengungkapkannya di masa yang tepat. Kapan saat yang tepat?ketika mereka mencapai kedewasaan.

    Terima kasih Clavis Indonesia yang sudah menerbitkan buku ini dan memberikan kesempatan review bukunya. Dari Beruang dan Tupai kami jadi bisa belajar untuk tidak takut mengungkapkan perasaan kepada teman/sahabat. Cinta tidak hanya untuk sepasang kekasih, tapi rasa cinta juga ada untuk sahabat.

  4. Rinata yudha

    Adakalanya saya sebagai orang tua merasa kesulitan ketika ingin memberikan nasihat kepada anak, maka dari itu saya selalu memilih untuk membacakan buku kepada anak. Karena anak-anak mudah sekali menangkap pesan dari buku yang dibacanya. Anak itu juga butuh contoh, lagi-lagi saya memilih buku sebagai media kami belajar, salah satunya adalah belajar pengenalan emosi. Bagi saya, penting sekali agar anak mampu secara mandiri mengungkapkan apa yang ia rasakan dengan cara yang benar. Saya pernah mengalami sebuah kejadian aneh dimasa kecil saya, ketika orang-orang disekitar saya terlihat senang dan gemas dengan tingkah saya, respon dari mereka adalah mencubit pipi. Padahal ketika saya dicubit yaang saya rasakan adalah sakit. Bagi saya hal ini sangat kurang tepat, kalau gemas yang bisa mengelus pipi, kalau sayang ya boleh memeluk misalnha, bukan menyakiti. Dari buku inilah saya menerangkan kepada anak, seperti apa rasanya ketika kita menyayangi seseorang, dan sikap seperti apa yang harus dilakukan ketika kita menyayangi seseorang. Terimakasih clavis

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *