Bujang Bimbang

(4 ulasan pelanggan)

Rp130.000

Bujang merasa bimbang. Ia tidak tahu harus memilih yang mana. Mathius adalah teman baiknya dan Hatta adalah teman barunya. Bujang tidak ingin mengecewakan Mathius, tetapi ia sangat ingin menghadiri pesta ulang tahun Hatta. Apa yang akan Bujang lakukan? Siapa yang akan dipilihnya?

Kisah tentang pesta ulang tahun, membuat keputusan, dan pertemanan. Untuk pembaca cilik yang suka berteman mulai usia 4 tahun ke atas.

Deskripsi

Publishing : BIG
Hardcover  |26 pages | 250 x 260 mm | ISBN: 978-623-9635-97-8
Penulis : Lia Noerkhasanah
llustrator: Violita Yulpha

Informasi Tambahan

Berat 0.5 kg

  1. Sri Purnamasari

    Dari judulnya sudah menarik, Bujang bimbang, kata Bujang jarang terdengar di keseharian anak.

    Buku ini menceritakan tentang pengenalan emosi bimbang pada sosok Bujang. Ketika Bujang dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit baginya. Bujang menjadi bimbang. Bagaimana Bujang bisa melewati kebimbangannya? Disinilah yang menarik. Peran diskusi orang tua Bujang menjelaskan konsekuensi atas beberapa kemungkinan pilihan. Agar Bujang dapat memilih dan mengetahui konsekuensi nya.

    Melalui buku ini, saya tersadarkan bahwa sebagai orang dewasa perlu membantu anak untuk menjelaskan konsekuensi atas pilihan-pilihan tersebut. Bukan menyepelekan perasaannya.

    Buku ini juga mengajarkan agar anak dapat memahami perasaannya dan berani mengambil keputusan dan siap menerim konsekuensi atas pilihannya.

    Tidak hanya tentang emosi, penulis pun ingin menyampaikan untuk menjaga kebersihan diri setelah bepergian dari luar dan ntuk menggunakan helm saat berkendara roda dua dengan aman.

    Buku yang menarik untuk di baca oleh anak-anak dan orang tua sebagai bahan diskusi. Tanyakan, kapan anak merasa bimbang? Apa yang dia lakukan saat bimbang? Bagaimana menyelesaikan permasalahan itu?

    Lantas bagaimana dengan Bujang? Apa yang dia pilih?

    Oleh karena itu, buku ini layak dimiliki semua anak.

  2. Christantiowati

    Bujang Bimbang dituturkan ulang bukan dari cerita rakyat Bujang Bingung, melainkan dari kisah si Labai Malang. Terilhami, tepatnya karena hanya alur cerita utama bagian awal yang diambil, selebihnya kisah dituturkan benar-benar baru dengan tokoh utama bocah lelaki, bukan lelaki dewasa.

    Bujang Bimbang membimbing para bocah tentang sopan-santun pertemanan, mengambil keputusan bijak yang bukan saja baik untuk teman-teman tanpa harus mengorbankan kepentingan pribadi. Selamat berbahagia, Bujang dan Teman-teman 🙂

  3. Fransisca Kumalasari

    Adaptasi dari cerita rakyat Si Labai Malang, namun disampaikan dengan lebih ramah anak, dan akhir yang bahagia.
    Menceritakan seorang anak laki-laki bernama Bujang yang sedang bingung. Ia diundang ke pesta ulang tahun dua orang temannya pada waktu yang sama. Kira-kira pesta siapa yang akan Bujang hadiri, pesta ulang tahun Hatta atau Mathius?
    Cerita ini bisa menjadi salah satu pintu mengenalkan perasaan bimbang pada anak. TIdak hanya berhenti di sana, selanjutnya anak perlu mengambil keputusan dengan bijak, mencari cara yang terbaik untuk semua pihak (win-win solution). Ajak anak berdiskusi, jika menjadi Bujang apa yang akan dilakukan? Apa perbedaan pesta ulang tahun Hatta dan Mathius?
    Selain itu, ada tiga hal lain yang menarik bagi saya.
    Pertama, ada halaman yang mengenalkan pentingnya naik sepeda motor dengan peralatan yang lengkap. Mengenakan helm dan mengikat tali dagunya, memakai jaket, serta sepatu.
    Kedua, terdapat halaman tanpa teks, hanya ilustrasi, yang dapat memberi kesempatan anak bebas bercerita sesuai imajinasi menggunakan bahasanya sendiri.
    Ketiga, Buku ini makin lengkap dengan fitur permainan maze di bagian akhir buku yang bisa menjadi ajang menstimulasi keterampilan motorik halus dan koordinasi visual motorik anak.
    Cerita yang sangat dekat dengan keseharian anak, didukung dengan ilustrasi yang sangat penuh warna membuat buku ini masuk dalam daftar buku kesukaan anak saya untuk dibaca sebelum tidur.

  4. Fransisca Kumalasari

    Adaptasi dari cerita rakyat Si Labai Malang, namun disampaikan dengan lebih ramah anak, dan akhir yang bahagia.
    Menceritakan seorang anak laki-laki bernama Bujang yang sedang bingung. Ia diundang ke pesta ulang tahun dua orang temannya pada waktu yang sama. Kira-kira pesta siapa yang akan Bujang hadiri, pesta ulang tahun Hatta atau Mathius?
    Cerita ini bisa menjadi salah satu pintu mengenalkan perasaan bimbang pada anak. TIdak hanya berhenti di sana, selanjutnya anak perlu mengambil keputusan dengan bijak, mencari cara yang terbaik untuk semua pihak (win-win solution). Ajak anak berdiskusi, jika menjadi Bujang apa yang akan dilakukan? Apa perbedaan pesta ulang tahun Hatta dan Mathius?
    Selain itu, ada tiga hal lain yang menarik bagi saya.
    Pertama, ada halaman yang mengenalkan pentingnya naik sepeda motor dengan peralatan yang lengkap. Mengenakan helm dan mengikat tali dagunya, memakai jaket, serta sepatu.
    Kedua, terdapat halaman tanpa teks, hanya ilustrasi, yang dapat memberi kesempatan anak bebas bercerita sesuai imajinasi menggunakan bahasanya sendiri.
    Ketiga, Buku ini makin lengkap dengan fitur permainan maze di bagian akhir buku yang bisa menjadi ajang menstimulasi keterampilan motorik halus dan koordinasi visual motorik anak.
    Cerita yang sangat dekat dengan keseharian anak, didukung dengan ilustrasi yang sangat penuh warna membuat buku ini masuk dalam daftar buku bacaan sebelum tidur.

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.