Buku Emosi Anna

(2 ulasan pelanggan)

Rp200.000

Anna marah ketika kucing peliharaannya merobohkan menara baloknya, dia sedih ketika merindukan ibu di sekolah, dan merasa ketakutan sat melihat laba-laba. Namun, dia merasa senang ketika mengunjungi kakek dan nenek, merasa bangga karena telah berhasil mendapatkan medal, dan terkadang merasa cembaru, dan kecewa. Apakah Kama mengenali perasaanmu?

Buku yang penuh dengan situasi yang berhubungan dengan emosi Dilengkapi saran untuk mengarahkan anak-anak agar dapat mengenali dan mengendalikan emosi mereka. Untuk pembaca cilik mulai usia 2.5 tahun ke atas.

Deskripsi

ISBN : 978-623-7510-92-5
Penulis & Ilustrator : Kathleen Amant
Jenis Buku : Hardcover
Ukuran : 250 x 260 mm / 32 halaman

Informasi Tambahan

Berat 0,5 kg

  1. Christantiowati

    Membuka lembar demi lembar Buku Emosi Anna, kita seperti masuk dalam jurnal harian perasaan. Hal-hal yang sangat kita kenal terjadi dalam keseharian kita, sebagai anak maupun orang dewasa, orang tua.

    Senang, bahagia, gembira. Takut. Marah. Sedih. Cemburu. Menangis. Bangga. Pemberani. Malu. Kecewa. Semua diperjelas cerita yang sangat mungkin terjadi pada kita. Saat melihat badut, misalnya, sebagai kanak-kanak, kita akan tertawa karena sosok besar bertopeng senyum lebar itu terkesan lucu, atau justru takut? Anna takut! Begitu juga yang adik bungsu alami saat kanak-kanak.

    Di bagian akhir ada lembar panduan tentang pentingnya mengenali dan mengendalikan emosi (perasaan), yang berlaku bagi orang tua bagi anaknya, dan tak kalah penting, bagi orang dewasa (orang tua) itu sendiri. Untuk bisa mengarahkan anak, orang tua selayaknyalah lebih dahulu bisa mengendalikan dirinya sendiri.

    Buku mengharukan tentang perjalanan perasaan. Semoga semua berbahagia 🙂

  2. Sri Purnamasari

    Saffa, 2 tahun, adalah penggemar buku-buku karya Kathleen Amant. Sosok karakter Anna yang diilustrasikan dengan menggemaskan dan sederhana, mudah dipahami oleh anak usia 2 tahun. Kathleen juga membuat buku ini hidup sekali dan tampak ceria karena warna-warna cerah yang diberikan. Tiap gambar dibuat sederhana sehingga mudah ditiru anak-anak untuk belajar menggambar.

    Saffa menganggap sosok Anna ini seperti dirinya, jadi dengan mudah saya sebagai orang tua menyisipi pesan-pesan moral untuk disampaikan kepada Saffa.

    Buku emosi Anna ini bukan hanya sekedar buku cerita anak, tetapi juga mengajari anak konsep emosi sedih, senang, marah, dan kecewa. Digambarkan juga ekspresi marah, senang, sedih dan kecewa itu seperti apa, sehingga anak bisa menirukannya di depan cermin.

    Tidak hanya itu, Kathleen menyampaikan bagaimana cara menyampaikan emosi negatif dengan sikap yang positif, bagaimana kita sebagai orang tua menyikapi emosi yang dirasakan anak saat itu, dan bagaimana menyelesaikan suatu konflik perasaan yang dihadapi anak.

    Rekomen sekali untuk anak-anak yang baru belajar mengenali apa itu emosi.

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.