Kamu Mau Jadi Apa Nanti?

(1 ulasan pelanggan)

Rp170.000

Kamu mau jadi apa jika dewasa nanti? Ramses belum tahu apa yang akan dilakukannya jika dewasa nanti. Mungkin menjadi seorang pengacara seperti ibunya atau musisi seperti ayahnya.
Apakah itu suatu hal yang buruk jika dia belum mengetahui apa yang akan dilakukannya nanti?

Buku yang indah, lucu, dan puitis tentang melakukan hal yang digemari. Untuk pembaca cilik usia 4 tahun ke atas.

Deskripsi

ISBN : 978-623-7510-93-2
Penulis : Sanne Ramakers & Merel de Vink
Ilustrator : Marjolein Hund
Jenis Buku : Hardcover
Ukuran : 250 x 260 mm / 32 halaman

Informasi Tambahan

Berat 0,5 kg

1 ulasan untuk Kamu Mau Jadi Apa Nanti?

  1. Sri Dewi Susanty

    Sebagai orang tua, awalnya saya gelisah melihat anak saya yang hampir mau masuk SMP belum menunjukkan kesukaan dan ketekunan pada suatu bidang tertentu seperti kebanyakan anak lainnya.

    Namun pikiran saya terbuka setelah membaca buku ini dan mendiskusikannya bersama si sulung.

    Berkisah tentang kegelisahan Ramses, seorang anak laki-laki, yang masih belum bisa membayangkan akan menjadi apa ketika dia dewasa kelak.

    Di sekolah, ia bersama teman-teman sekelasnya ditugasi proyek Kapsul Waktu. Anak-anak diminta berpakaian sesuai dengan profesi apa yang mereka inginkan, berfoto, dan menyimpan foto-foto tersebut di dalam sebuah peti yang akan dikubur. Peti itu akan dibuka 25 tahun kemudian.

    Ramses pun mendiskusikan kegelisahannya kepada orang tua, tetangganya Josie dan kakeknya. Beberapa ide muncul namun ia belum sepenuhnya yakin.

    Apa ya yang akan Ramses kenakan di hari pemotretan di kelas? Apakah ia sudah menemukan jawaban ia ingin menjadi apa?

    Begitu membuka buku ini pembaca disuguhi gambar-gambar berbagai profesi yang digambar dengan penuh imajinasi oleh anak-anak. Orang tua bersama anak bisa membahas dan menebak-nebak profesi apa di masing-masing gambar. Seru sekali.

    Ilustrasinya yang indah juga membawa kita terbuai untuk menikmati setiap detil gambar, yang sebenarnya juga menunjukkan beragam profesi yang ada di sekitar kita. Kita hanya perlu membuka mata dan hati lebih lebar.

    Bagian yang menghangatkan hati adalah ketika Ramses masih merasa belum tahu apa yang ingin ia lakukan, setelah “perjalanan” sehariannya bersama Josie. ” Jangan khawatir, setidaknya kamu menjadi tahu profesi apa yang tidak ingin kamu lakukan. Itu juga sesuatu yang penting.”
    Sebuah langkah awal dalam upaya mengenali diri sendiri.

    Diskusi Ramses dengan kakeknya membawa pembaca pada pemikiran yang terbuka tentang profesi atau apa yang ingin kita lakukan. Apakah kita hanya boleh memilih 1 profesi atau bahkan lebih? Profesi juga adalah perjalanan menemukan diri sendiri.

    Buku ini diperuntukkan bagi pembaca usia 4 tahun ke atas, namun menjadi sangat relevan bagi usia SD kelas besar.

    Buku yang patut dikoleksi.

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.