KETIKA HUJAN TURUN

(3 ulasan pelanggan)

Rp150.000

Beruang Sebastian menjalani kehilangan yang menyenangkan di dalam hutan. Namun, setiap kali hujan turun, ia selalu merasa sedih dan berubah menjadi murung karena ia tidak tahu harus berbuat apa selama menunggu hujan reda. Hingga pada suatu hari, ia mendengar suara gemercik air dan tawa cekikikan dari luar ketika hujan. Apakah yang terjadi? Siapa itu?

Sebuah cerita manis untuk selalu berpikir positif. Untuk semua yang harus tinggal di dalam rumah, tetapi sebenarnya ingin bermain di luar. Mulai usi 5 tahun ke atas.

Deskripsi

ISBN : 978-623-7510-55-0
Penulis : Adam Ciccio
Ilustrator :Emilie Timmermans
Jenis Buku : Hardcover
Ukuran : 250 x 260 mm / 32 halaman

Informasi Tambahan

Berat 0.5 kg

  1. Annisa Medina

    Saya tidak punya keraguan untuk memesan buku ini, karena karya dari Adam Ciccio sudah pernah membuat saya jatuh hati.

    Buku ini mengisahkan tentang beruang Sebastian yang baru mengetahui betapa menyenangkan peristiwa ketika hujan turun. Sebelumnya ia selalu memlilih untuk berdiam diri di dalam rumah saat hujan, namun ternyata lama-lama dia merasa bosan.
    Ternyata bermain diluar ketika hujan turun itu mengasyikan juga.
    Setelah membaca buku ini, anakku jadi semakin suka bermain dengan jas hujan dan payungnya, juga memahami bahwa ketika hujan turun tidaklah membosankan!

  2. Annisa Medina

    Karya dari Adam Ciccio nampaknya tak perlu diragukan lagi 😍

    Kali ini bukunya mengisahkan tentang beruang Sebastian yang biasanya hanya berdiam atau melakukan aktivitas hanya di dalam rumah ketika hujan turun.
    Namun pada akhirnya ia bisa menemukan hal-hal menarik di luar meskipun saat hujan. Apakah yang membuat Sebastian akhirnya berani bermain diluar rumah meskipun hujan sedang turun?

    Dengan buku ini, anakku semakin tau bahwa banyak hal menyenangkan yang bisa kita nikmati meskipun diluar hujan sedang turun. Dia juga pernah beberapa kali saya perkenalkan dengan hujan. Jika hujan tidak disertai angin dan petir, dia dengan senang hati memakai payung kesayangan dan jas hujannya ❤️

  3. Fransisca Kumalasari

    Bagi sebagian orang, hujan dianggap sebagai suatu berkat. Namun bagi yang lain hujan juga bisa berarti membawa bencana. Bahkan pada acara-acara tertentu, perlu kekuatan ajaib dari seorang pawang hujan untuk “memindahkan” turunnya hujan. Ternyata kita bisa melihat dari berbagai sudut pandang. Bagaimana hujan menurut Beruang Sebastian sebagai tokoh sentral dari buku cerita ini?

    Bercerita tentang seekor beruang yang berpikir bahwa hujan adalah hal yang buruk, ia tidak bisa bermain sepuasnya di luar rumah. Sementara di dalam rumah membuatnya bosan hingga ingin tidur saja. Tepat saat akan terlelap, Ia menemukan hal baru yang selama ini justru ia hindari. Ia ternyata senang bermain di tengah hujan!

    Buku ini memang buku cerita bergambar yang direkomendasikan untuk anak-anak 5 tahun ke atas. Namun orang dewasa juga dapat mengambil sebuah pelajaran berharga dari buku ini. Satu kalimat yang sangat menyentuh adalah “….bukan hujan yang membuatnya sedih, melainkan dirinya sendiri lah yang memilih untuk bersedih”
    Seolah kembali diingatkan bahwa kita memiliki kebebasan untuk memilih respon, seperti yang pernah dikatakan oleh Viktor Frankl “Between stimulus and response there is a space. In that space is our power to choose our response. In our response lies our growth and our freedom.” (terjemahan bebas : di antara stimulus dan respon terdapat sebuah ruang. Di ruang itulah terletak kekuatan untuk memilih respon. Respon kita menunjukkan pertumbuhan dan kebebasan.
    Jadi pola pikir mana yang akan teman-teman dipilih? Menganggap hari ini menyedihkan atau HARI INI MENYENANGKAN?
    Semoga kita bisa saling menebarkan semangat positif!

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.