Saya Nakal

(5 ulasan pelanggan)

Rp120.000

Karli adalah seorang anak perempuan yang ceria dan penuh semangat. Terkadang dia melakukan berbagai hal yang tidak diizinkan. Mengambil permen dari lemari nenek, mencabut wortel dari tanah tanpa izin, dan ‘membantu’ tukang cat mewarnai dinding gudang. Dan setiap kali melakukannya, Karli mengatakan itu bukan perbuatannya, terapi perbuatan “Karli yang nakal”.

Stok 7

Deskripsi

Kisah tentang seorang anak yang belajar untuk mematuhi aturan dari teman khayalannya. Dilengkapi lampiran informasi yang bermanfaat tentang pengembangan hati nurani.

Oleh Ilona Lammertink dan Els Vermeltfoort Hardback
210 mm x 290 mm
4 tahun ke atas
Tema: teman imajinasi 32 halaman

  1. Citra Rizcha Maya

    Jatuh cinta pada pandangan pertama pada tokoh Karli. Lihat saja tampangnya di cover! Campuran ekspresi lucu dan berpikiran jauh.

    Apa sih yang ada dalam pikiran Karli?

    Yuk baca dan cari tahu, hihi.

    Karli ini bocah perempuan yang imajinatif, quirky, tapi loveable. Ada
    Aaajaaaaa ide jail tapi cemerlang yang mampir di kepalanya. Niat Karli sih tidak nakal, tapi apa yang diperbuatnya menurut orang lain adalah kenakalan, dan dengan polos Karli akan menjawab, bukan dia yang melakukannya. Tapi Karli yang nakal!

    Siapa sih Karli yang nakal ini?
    Apa selain “nakal” Karli ini juga suka “berbohong” ?

    Buku ini untuk anak 4+ tapi sebagai orang dewasa, saya sungguh menikmatinya. Jadi maafkan Mommy yang bersifat egois nak, karena Mommy seolah membaca untuk diri sendiri. Sangat terhibur dan dapat pelajaran baru dari cerita Karli ini, tentang teman imajinasi yang dapat mengembangkan hati nurani.

    Suka sekali dengan ide yang disampaikan ilustratornya, bagaimana Karli yang nakal digambarkan sebagai bayangan dengan ekspresi yang jailnya juara! Gambar-gambarnya seru dan rasa lugunya anak-anak terasa sungguh-sungguh sampai ke pembaca yang di saya pribadi dampaknya adalah kembali memutar kenakalan jaman anak-anak dalam kenangan.

    Buku ini bagus buat anak-anak dan menyenangkan untuk orang dewasa yang ingin bernostalgia. Tampilan buku yang besar dengan kertas tebal, membuat buku ini bisa dinikmati bersama-sama. Sangat cocok untuk kegiatan membaca 4anak dan orang tua.

    Hebatnya si penulis, yaitu bisa menutup kisah ini secara bijaksana, melalui kesadaran Karli sendiri.

    Di masa kecil kita harus mengakui bahwa “Saya Nakal” agar kelak ketika dewasa, kita bisa belajar dari kenakalan di masa anak-anak.

    Sebuah buku penting yang baik untuk dimiliki.

  2. Nirma intan furi

    Buku terfavorit untuk anak saya.setiap sebelum tidur dia selalu ingin dibacakan buku ini.
    Berkisah tentang seorang anak perempuan bernama karli. Karli adalah anak yang penuh dengan ide,termasuk ide nakal.namun dia selalu punya cara untuk menutupi kenakalannya.apa sajakah kenakalan yang dilakukan karli?yuk baca ceritanya.
    Buku yang sangat cocok untuk menanamkan nilai kejujuran pada anak.serta berani bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.dilengkapi pula lampiran informasi yang bermanfaat tentang pengembangan hati nurani,membuat buku ini semakin menjadi koleksi wajib untuk dimiliki,untuk menambah wawasan kita sebagai orang tua.

  3. Ria Purnamasari

    Buku dengan judul yang membuat anak menyukainya “SAYA NAKAL”, kata-kata yang selalu diucapkan orang tua ketika anak tidak bisa diam atau tidak bisa diberi tahu. Cocok sekali untuk anak yang mulai melakukan manipulasi. tetapi jangan salah anak sudah pandai manipulasi berarti anak kita cerdik dan banyak sekali akalnya.
    Seperti sosok Karli yang selalu menyalahkan bayangannya ketika melakukan hal yang jahil, atau melakukan sesuatu karena rasa ingin tau Karli yang tinggi. Karli selalu menyalahkan bayanganya. Kidung pun sama seperti Karli memiliki teman imajiner, tidak heran ketika bermain sendiri Kidung selalu lebih asik mengobrol dengan teman imajinernya bernama Artem.

    bagian belakang buku ini sedikit mengulas tentang teman imajiner dan perkembangan hati nurani, wajib dibaca bagi kita sebagai orang tua.
    Buku ini bagus sekali….

  4. Annisa medina

    Ini buku ketiga saya dari clavis. Tertarik memilihnya karena saat membaca rangkuman di sampul belakang, langsung teringat anakku yang sedang dalam fase seperti Karli.

    Setiap ia melakukan kesalahan atau kekalahan ia akan menyalahkan “jari”nya.

    Saat aku membacakan buku ini pada anakku, kita berdua tertawa dan merasa ini relatable. Aku menjelaskan sedikit-sedikit padanya bahwa Karli juga sama sepertinya. Dan yang mereka perlukan hanyalah mengakui perbuatannya sendiri dan meminta maaf.

    Alhamdulillah..setidaknya anakku dapat memahaminya.

    Namun saya pun masih kebingungan untuk mengarahkannya, karena di dalam buku ini endingnya tidak ada anjuran yang jelas dan direct bagi Karli mengapa dia harus meminta maaf/mengakui perbuatannya.

    But, overall..buku ini menarik untuk dimiliki karena ulah Karli yang macam-macam cukup menggelitik.

    Anakku selalu antusias ikut berteriak ketika menyebut “KARLI YANG NAKAL!” 😂

  5. Clara (pemilik terverifikasi)

    Dulu saya membeli buku ini karena melihat tokoh utamanya yang terlihat jahil. Saya berpikir cerita dalam buku ini pasti menarik. Ternyata satu tahun kemudian saya dan suami menghadapi fase perkembangan anak yang membuat kami bingung sebaiknya harus bagaimana. Iya anak kami sedang belajar mengembangkan hati nuraninya, dan seringkali menyalahkan teman imajinernya, seperti yang dialami Karli.

    Kami terbiasa menggunakan buku sebagai media untuk berdialog dengan anak, karena kebetulan anak kami bukan tipe yang bisa langsung dikonfrontasi. Buku ini memudahkan kami untuk membuka diskusi bersama anak. Pada halaman terakhir ada pengantar dari penulis tentang teman imajiner dan perkembangan hati nurani sebagai referensi bagi orang tua ketika anak menghadapi masalah yang sama. Tulisan tambahan dari penulis ini cukup membantu kami untuk merespon kebutuhan anak kami saat ini.

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *