Siapa yang Berteriak Pagi-Pagi?

(6 ulasan pelanggan)

Rp150.000

Pada suatu pagi, sebelum jam beker Sam berbunyi, tiba-tiba ia mendengar suara berisik dari luar kamar tidurnya KWAAK… KWAAK KWAAK…KWAAK suara berisik apa itu?
Sungguh sangat tidak menyenangkan mendengarkannya di pagi hari.
Apakah yang akan Sam lakukan untuk menghentikannya?

Buku bergambar ceria untuk mereka yang rajin bangun pagi.
Untuk umur 5 tahun ke atas.

Deskripsi

ISBN : 978-623-7510-36-9
Judul : Siapa yang Berteriak Pagi-Pagi?
Penulis & Ilustrator : Ellen DeLange & Zafouko Yamamoto
Jenis Buku : Hardcover
Ukuran : 290 x 210 mm
32 halaman

Informasi Tambahan

Berat 1 kg
Dimensi 33 × 23 × 2 cm

  1. Yosie Amalia

    Pada suatu pagi, sebelum jam beker Sam berbunyi, tiba-tiba ia mendengar suara berisik dari luar kamar tidurnya KWAAK… KWAAK KWAAK…KWAAK suara berisik apa itu?
    Sungguh sangat tidak menyenangkan mendengarkannya di pagi hari.
    Apakah yang akan Sam lakukan untuk menghentikannya?

    Buku bergambar ceria untuk mereka yang rajin bangun pagi.
    Untuk umur 5 tahun ke atas.

    Pertama kali melihat buku ini, saya tertarik dengan gambar ilustrasinya yang sangat manis. Plot atau alur ceritanya juga disajikan dengan sangat apik. Walaupun karakter tokoh utamanya seorang anak laki laki, tidak menjadi kendala untuk saya ketika membacakan bukunya buat Mozza. Malah saya jadi punya banyak inspirasi untuk menyelipkan cerita – cerita yang mudah dicerna oleh pikiran Mozza. Dan Mozza juga punya ide mengganti nama tokoh dengan nama kakaknya atau namanya sendiri. Secara keseluruhan, isi buku ini bagus sekali. Sebuah buku yang mengajarkan anak bagaimana memecahkan permasalahan yang terjadi pada dirinya. Karena memecahkan masalah sendiri, tidak melulu milik orang dewasa. Pada dasarnya secara naluriah setiap anak harus memiliki kemampuan pemecahan masalah. Semakin bertambah usia, tidak lagi bisa hanya mengandalkan insting, tetapi harus dirancang sedemikian rupa untuk mengajarkan problem solving (pemecahan masalah) pada anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya. Dengan begitu, anak bisa menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri yang ada di dalam dirinya. Pengajaran problem solving sejak dini juga membuat interaksi orang tua dan anak menjadi lebih baik. Hubungan yang baik antara orang tua dan anak pada gilirannya akan membuat perkembangan kepribadian anak menjadi lebih matang dan stabil. Anak bisa berkembang sebagai anak mandiri dan tidak cengeng.
    Untuk itu, diperlukan media yang tepat untuk dapat mengajarkan anak tentang pemecahan masalah (problem solving) yang bisa dilakukan sedini mungkin agar mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Media efektif yang bisa digunakan adalah melalui buku cerita. Buku “Siapa yang Berteriak Pagi-Pagi” bisa menjadi media kita mengajarkan dan melatih anak untuk berani menghadapi masalah dan belajar mencari jalan keluar dari permasalahan yang dialaminya. Bekali anak dengan kemampuan ini sejak dini agar ia bisa bertahan hidup dengan baik.
    Sebuah buku yang luar biasa dan patut untuk dimiliki, dan saya merekomendasikannya.

  2. Ria Purnamasari

    Buku yang Sangat Luar biasa……
    Tokoh yang bermana Sam sangat dinamis dan berkembang secara natural. Dalam setiap cara menyelesaikan masalahnya membangun keingintahuan pembaca termasuk anak saya. Buku ini menceritakan bagaimana Sam menyelesaikan masalahnya, dan relevan dengan sifat aslinya. Tokoh sam berubah sikap dan pandangannya terhadap burung yang selalu berteriak di pagi hari.

  3. Bernadetta Diniari

    Siapa yang Berteriak Pagi-Pagi?

    Sam merasa terganggu dengan suara berisik dari luar kamar tidurnya. Ternyata suara berisik itu adalah seekor burung. Sam mencoba mengusir burung tersebut dan mencoba berbagai cara untuk mengatasi suara burung tersebut tetapi tidak berhasil. Seorang pria mengusulkan agar Sam berteman dengan burung itu. Sam mengambil makanan dan memberikan kepada kepada burung itu. Lagi-lagi cara itu pun tidak berhasil. Sam kemudian memutuskan untuk mengajari burung itu. Sam melatih burung itu mulai dari memungut sampah hingga mengembalikan koin. Sam sangat senang dengan teman barunya terlepas dari suara teriakan yang membuatnya tidak tenang setiap pagi. Akhirnya Sam dan burung itu berteman baik.

    Poin utama dari cerita ini saya temukan pada kalimat, “Sam kemudian memutuskan untuk mengajari burung itu…Sam sangat senang dengan teman barunya terlepas dari suara teriakan yang membuatnya tidak tenang setiap pagi”. Mengubah persepsi, menemukan sisi positif dan fokus pada hal yang positif daripada yang negatif. Itu pesan yang saya tangkap dari buku ini. Ketika Sam mengubah persepsinya pada si burung sebagai pengganggu menjadi teman dan fokus pada sisi positif maka hasil yang didapatkan akan berbeda pula. Tentu saja pesan ini perlu untuk diperkenalkan kepada anak sedini mungkin. Mengajak anak membaca buku ini bersama dan mendiskusikan nilai-nilai yang dapat diambil dari cerita ini. Saya pribadi suka dengan ilustrasi gambarnya dan komposisi warnanya. Ketika pertama kali melihat cover buku ini langsung tertarik untuk punya tanpa melihat segi ceritanya terlebih dahulu dan ternyata setelah dibaca, pesan yang disampaikan buku ini sangat bermakna untuk mengembangkan karakter positif anak. Selamat membaca!

  4. Lailatul Aisyah

    Kita tidak hidup sendiri di dunia ini, ada makhluk ciptaan Tuhan yang juga hidup disini. Melalui buku ini kita belajar tentang kesabaran dan hubungan antara makhluk. Bahwasanya bila kita berbuat baik, kita juga akan mendapatkan feedback yang baik juga. Begitupun sebaliknya. Cerita yang banyak hikmah tapi dikemas dengan menarik.
    Seperti manusia, binatang pun juga akan mengerti dan pintar bila kita sabar mengajarinya. Buku ini sangat cocok untuk anak yang mulai sekolah karena mengajarkan tentang bagaimana berhubungan sosial yang baik terhadap sesama makhluk. Agar jika suatu saat mereka memiliki masalah dengan teman maupun binatang yang mengganggunya, mereka bisa terinspirasi lalu berpikir dan mencari cara bagaimana mengatasi masalah tersebut.

    Ilustrasinya sangat memanjakan mata 😍 benar-benar bisa menambah keceriaan ketika si kecil bangun pagi.

  5. Tio Sendi Tyas

    Kami jatuh hati kepada buku ini karena judul dan ilustrasinya yang sangat menarik.
    Begitu membuka halaman pertama, setiap detail ilustrasinya memesona mata.

    Di balik cerita menarik, ada pesan yang sangat mendidik.
    Bagaimana anak – anak menghadapi keadaan yang menguji kesabaran.
    Sampai mencoba menggali sendiri solusi yang mengasyikkan.
    Buku ini sangat baik untuk menjadi media belajar problem solving bagi anak.
    Melatih kesabaran, dan menyelesaikan masalah dengan sentuhan kebaikan.

    Selamat meminang buku yang sangat berkualitas ini.

  6. Adinda Gladya

    Hal yang paling menyenangkan dari buku ini adalah melihat transformasi yang terjadi pada tokoh utamanya, Sam.

    Berawal dari Sam yang merasa terkejut dan resah saat bangun tidur di pagi hari. Sam kemudian mencari tahu dari mana asal teriakan yang mengganggunya setiap pagi. Setelah mencoba berbagai cara untuk menghentikan teriakan si burung dengan mengusirnya, Sam akhirnya berhasil menemukan cara untuk mendapatkan ketenangan. Sam berdamai dengan sang burung, mencoba berteman, dan melatih burung berbagai trik untuk membuatnya tenang di pagi hari.

    Buku ini bukan hanya media untuk anak mengeksplorasi, namun juga media bagi orang dewasa untuk kembali menemukan solusi terbaik dari setiap masalah, terutama yang berhubungan dengan pihak lain. Dari pada menggunakan cara yang kurang ramah, bukankah lebih baik menanggapinya dengan damain dan tenang? 🙂

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *