Tikus Bermain Musik

(3 ulasan pelanggan)

Rp150.000

Tikus Isabel senang bermain biola. Setiap hari, ia pergi ke hutan untuk mendengarkan berbagai macam suara yang belum dikenalnya. Isabel menganggap semua suara itu sangat istimewa, namun saudara-saudaranya berpendapat lain. Hingga pada suatu hari, mereka bertemu sekelompok tikus dari kota….

Buku tentang suara–suara yang ada di sekeliling kita dengan informasi tambahan seputar belajar bermain musik.
Untuk para pecinta musik umur 4 tahun ke atas.

Deskripsi

ISBN : 978-623-7510-35-2
Judul : Tikus Bermain Musik
Penulis : Suzan Overmeer
Ilustrator : Myriam Berenschot
Jenis Buku : Hardcover
Ukuran : 250 x 260 mm
32 halaman

Informasi Tambahan

Berat 1 kg
Dimensi 29 × 27 × 2 cm

  1. Farazona Orega

    TIKUS BERMAIN MUSIK

    Tikus Isabel tinggal di pohon kenari tua di tepi hutan. Ia sangat senang bermain biola. Isabel memilki seorang kakak perempuan, Olivia namanya. Isabel juga memiliki kakak dan adik laki-laki, Wibi dan Andre namanya. Olivi bisa bermain harpa, Wibi bisa bermain piano, dan adiknya Andre sama sperti Isabel, bisa bermain biola. Binatang hutan suka menikmati permainan musik mereka.

    Isabel adalah tikus yang suka berpetualang. Setiap hari Isabel pergi ke hutan untuk mendengarkan suara-suara indah yang pernah di dengarnya.

    Mendengar suara kicau burung, Isabel memainkan biola mengikuti suara itu. Suaranya indah. Olivia, Wibi, dan Andre harus mendengarnya.
    Mendengar suara langkah semut, Isabel memainkan biolanya mengikuti suara itu. Olivia, Wibi, dan Andre juga harus mendengar irama musik ini.

    Apakah Olivia, Wibi dan Andre juga menyukai musik berirama kicau burung dan langkah semut??

    Suatu hari, Isabel mendengar suara musik yang dimainkan empat tikus kota. Isabel suka mendengar suara musik yang mereka mainkan.

    Olivia, Wibi, dan Andre juga harus mendengarkan permainan musik empat tikus kota??
    Apakah mereka akan menyukainya??

    Suzan Overmeer dan Myriam Berenschot menyajikan sebuah cerita sederhana yang mengajarkan anak-anak untuk menjadi pendengar yang baik dan bersikap kesatria dengan mengakui kehebatan orang lain dan tidak malu meminta maaf.

  2. Marietta Kusuma Dewi

    Buku ini mengisahkan sebuah keluarga tikus yang senang bermain musik dengan karakternya yang berbeda-beda.
    Melalui buku ini, anak dapat belajar untuk menjadi pendengar yang baik, seperti Isabel, seekor tikus yang menjadi tokoh utama dari buku ini. Buku ini juga ingin menyampaikan bahwa hendaknya kita memiliki pemikiran dan hati yang terbuka. Milik orang lain yang berbeda dari milik kita itu wajar, namun belum tentu lebih buruk. Bahkan, kita dapat berkolaborasi, menyatukan perbedaan, untuk menghasilkan sesuatu yang baru, dan ternyata juga indah!
    Layaknya buku-buku Clavis lainnya, selain pesan moral yang disampaikan, buku ini sangat memperhatikan detail ilustrasi gambar yang disajikan dalam tiap halamannya. Ilustrasi dalam setiap halamannya sangat mind blowing dan memacu imajinasi. Tak heran jika anak bisa betah berlama-lama mengamati gambarnya sembari membayangkan alur cerita yang disampaikan. Tak jarang detail gambar menarik minat anak untuk melontarkan pertanyaan di luar cerita. Dalam buku ini misalnya, anak juga menaruh perhatian pada gambar beragam alat musik yang disajikan.
    Dengan demikian, orang tua dapat sekaligus menyisipkan dan mengeksplorasi informasi mengenai berbagai macam alat musik berdasarkan cara memainkannya.

    Rasanya tidak pernah menyesal membeli buku Clavis. Satu buku, sejuta manfaat.

  3. Annisa Medina

    Selalu adaaa saja pesan moral berbeda yang bisa saya ambil dari buku-buku pilihan clavis 🥺😍

    Melalui buku ini saya bisa menceritakan pada anak, bahwa tidak semua gagasan yang kita anggap brilian akan langsung diterima oleh lingkungan sekitar.
    Ketika Isabel mendapat penolakan dari para saudaranya, tak sadar sayapun ikut merasa down..
    Tapi sifat Isabel yang tulus dan optimis akhirnya bisa membuktikan bahwa pendapatnya itu tidaklah salah.

    Saya suka sekali buku-buku seperti ini, konflik ceritanya sederhana tapi sangat bermakna.

Tambahkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *